Home Berita Berhenti Kerja Sebelum Lebaran, Dapat THR atau Tidak?

Berhenti Kerja Sebelum Lebaran, Dapat THR atau Tidak?

151
0
SHARE

Sudah bukan hal yang asing bahwa para pekerja memutuskan untuk Resign dari tempat kerjanya karena suatu alasan tertentu. Bisa saja ia ingin mencari pekerjaan baru karena biasanya ketika bulan puasa banyak perusahaan membuka lowongan bagi karyawan baru karena banyaknya jumlah peningkatan produksi perusahaan ataupun banyak karyawan yang resign. Bisa juga di karenakan sudah bosan atau sudah mulai tertekan di tempat kerja saat ini yang akhirnya membuat sebagian besar karyawan enggan melanjutkan bekerja di perusahaan tersebut.

Tapi apakah kalian tahu mengenai peraturan THR (Tunjangan Hari Raya), apakah kalian akan tetap mendapat THR meski telah resign sebelum lebaran ataukah anda tidak mendapatkan THR karena terlalu cepat resign dari perusahaan? Simak infonya berikut ini.

1.Jika Anda Karyawan tetap

Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 6 Tahun 2016, Pasal 7 ayat (1) berbunyi sebagai berikut:

Pekerja/buruh yang hubungan kerjanya berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan mengalami pemutusan hubungan kerja terhitung 30 hari sebelum Hari Raya Keagamaan, berhak atas THR Keagamaan

Dari pasal di atas bisa disimpulkan kalau berhak atau tidaknya karyawan atas THR bergantung pada waktu terjadinya pemutusan hubungan kerja, dan bukan pada hari pengajuan resign.

Berikut ini saya kasih contohnya:

Kondisi pertama: anda mengajukan resign 60 hari sebelum Hari Raya, dan hubungan kerja anda dan perusahaan resmi terputus dua minggu setelahnya alias 40 hari sebelum Hari Raya

Keputusan : anda tidak berhak menerima THR

Kondisi kedua: anda mengajukan resign 60 hari sebelum Hari Raya, tapi hubungan kerja anda dan perusahaan baru resmi terputus sebulan setelahnya alias 30 hari sebelum Hari Raya

Keputusan : anda berhak menerima THR

Dari kedua contoh di atas, bisa disimpulkan kalau meskipun anda mengajukan resign sebelum bulan puasa, perusahaan tetap wajib memberi anda THR, asalkan waktu pemutusan hubungan kerjanya terjadi paling cepat 30 hari sebelum Hari Raya.

2. Jika anda Karyawan Kontrak

Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 6 Tahun 2016, Pasal 7 ayat (3) berbunyi sebagai berikut:

Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku bagi pekerja/buruh yang hubungan kerjanya berdasarkan perjanjian kerja waktu tertentu, yang berakhir sebelum Hari Raya Keagamaan“.

Jika mengacu pada peraturan di atas, maka aturan untuk karyawan dengan perjanjian kerja waktu tertentu alias karyawan kontrak sedikit lebih sederhana.

Kondisi pertama: saat Hari Raya, kontrak anda sudah berakhir

Keputusan : anda tidak berhak menerima THR

Kondisi kedua : saat Hari Raya, kontrak anda masih berjalan

Keputusan : anda berhak menerima THR

Semoga informasinya membantu. Saya doakan semoga anda-anda semua dapat THR tahun ini, dan pastinya cair tepat waktu atau paling lambat 7 hari sebelum Hari Raya. Pertama, ini penting buat belanja baju Lebaran. Kedua, walaupun sudah ada aturannya, tapi masih banyak perusahaan yang membandel saat pembagian THR.

Sumber: hukumonline.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here